My Weblog

Just another WordPress.com weblog

Sistem Pembayaran Ekspor

Sistem Pembayaran Ekspor

Hasil copas dari berbagai sumber ttg Sistem Pembayaran Ekspor

Adapun sisitem pengiriman yang lazim biasanya dengan mengggunakan peti kemas (kontainer), kargo pesawat dan dalam bentuk curah (bulk) dengan menggunakan mother vessel.

Pengiriman dalam bentuk peti kemas untuk komoditas agrobisnis biasanya antara lain, cengkeh, pala, pinang, cokelat, kopra, gambir, dll. Ukuran peti kemas yang digunakan antara lain 20 feet FCL dan 40 feet FCL ( arti dari FCL adalah Full Container Loading artinya bahwa barang yang dikirimkan berisi penuh 1 kontainer). Sedang pengiriman tidak penuh satu kontainer atau LCL (Less Container Loading) biasanya minyak nilam, minyak daun cengkeh ataupun essential oil lainnya yang disatukan dengan komoditas lainnya dari berbagai supplier atau komoditasnya bisa pula komoditas yang biasanya dikirim satu kontainer penuh yang didalamnya dicampur (mix/consolidation) dengan berbagai komoditas dari supplier yang sama ataupun supplier yang berbeda atau dengan kata lain tergantung dari permintaan dan kesepakatan antara pihak supplier (eksportir) dengan pihak pembeli (importir). Adapula beberapa komoditas yang harus dikirmkan dalam kontainer yang diberi pendingin (reffer) seperti buah dan sayuran.

Sedangkan pengiriman dengan menggunakan kargo dalam pesawat adalah komoditas yang benar-benar mendesak (urgent) atau komoditas yang segar seperti sayur dan buah-buahan, biasanya dalam jumlah yang tidak terlalu besar.

Pengiriman dengan menggunakan mother vessel dalam bentuk curah (bulk) biasanya adalah kopra dengan kapasitas 500 MT s/d 3000 MT sekali angkut, arang tempurung kelapa (shell coconut charcoal) ataupun yang belum menjadi arang (masih dalam bentuk tempurung), minyak kelapa sawit.

Sedangkan sistem pembayaran yang lazim dilakukan dalam transaksi ekspor komoditas agrobisnis adalah sbb:

L/C (Letter of Credit), dimana jenis L/C yang umum digunakan adalah :

Irrevocable L/C at sight, dimana Bank Pembuka L/C menyatakan janji yang tidak dapat ditarik kembali untuk membayar atau mengaksep wesel yang diajukan dengan dokumen-dokumen yang sesuai dengan syarat yang tercantum dalam L/C. L/C ini hanya dapat diubah atau dibatalkan hanya dengan persetujuan pihak-pihak yang berkepentingan. L/C ini memberikan jaminan bagi eksportir akan diterimanya pembayaran tapi tetap tergantung kepada perjanjian dengan Bank Eksportir yang bersangkutan.

Transferable L/C, disebut Transferable karena L/C ini dapat dipindahtangankan dari beneficiary asal ke beneficiay lain.L/C ini hanya dapat dipindahtangankan satu kali, dimana beneficiary yang kedua tidak dapat memindahkan kepada benficiary lainnya. Biasanya L/C seperti ini kita dapatkan melalui agent diluar negeri seperti dari Singapore dimana Pihak Singapore mendapatkan L/C dari salah satu pembeli (importir) dan pihak Singapore mengalihkan L/C tersebut kepada eksportir lainnya. Syarat-syarat pengalihan L/C ini haruslah dilakukan sesuai dengan L/C yang pertama, dengan beberapa point yang dapat dirubah antara lain:

Nama dan alamat beneficiary pertama dapat menggantikan nama applicant dari L/C (importir) tersebut.

Nilai L/C dan harga satuan dapat dikurangi dalam L/C untuk yang dialihkan agar mendapatkan keuntungan bagi beneficiary pertama.

Masa berlaku L/C dan jangka waktu pengapalan dapat diperpendek.

Setelah itu beneficiary kedua dapat menyerahkan semua dokumen pengapalan dan dokumen lainnya yang disyaratkan dalam L/C kepada advising bank untuk menerima pembayaran, negosiasi atau akseptasi.

Catatan: sebelum pihak pembeli menerbitkan L/C harap pihak penjual menanyakan terlebih dahulu kepada pembeli nama bank yang akan menerbitkan L/C tersebut dan pihak penjual melakukan kordinasi dengan baank eksportir apakah bank importir tersebut qualified atau tidak, hal ini dilakukan semata-mata untuk memberikan rasa aman kepada pihak penjual/eksportir terutama untuk tujuan beberapa negara Asia Selatan dan Afrika.

T/T (Telegraphic Transfer)

Sistem pembayaran ini biasanya dilakukan oleh pembeli (importir) untuk mempercepat pengiriman barang dan menghindari pajak bank dimana dilakukan dengan cara:

Advance by T/T 30% before shipment and balance 70% by T/T after received copy of documents by faxed. Artinya pihak pembeli akan memberikan uang muka sebesar 30% dengan cara transfer dan sisanya sebesar 70% dibayarkan dengan transfer setelah pihak pembeli menerima copian dokumen yang diminta melalui fax. Hal ini biasanya dilakukan oleh pembeli kepada supplier (eksportir) yang sudah dipercaya. Catatan: untuk sistem pembayaran seperti ini diharapkan pihak eksportir tidak mengirimkan dokumen asli ke alamat pembeli sebelum menerima instruksi atatu bukti pelunasan dari pihak pembeli (importir), karena dengan sistem ini dokumen tidak dikirimkan melalui bank (bank to bank), tetapi langsung ke alamat pembeli. Perlu diingat bahwa fungsi dari dokumen asli ini adalah sebagai alat untuk merelease/menebus barang dipelabuhan negara pembeli.

Gabungan antara T/T dan L/C, misalnya payment made by T/T 30% and 70% by L/C artinya bahwa pihak pembeli akan membayar uang muka sebesar 30% dan 70% dengan L/C.

D/P (Documents against Payment) yang berarti penyerahan dokumen melalui bank eksportir kepada bank importir (bank to bank sama seperti halnya dalam L/C). Eksportir akan menerima pembayaran setelah dokumen ditebus oleh importir. Tetapi sebaiknya eksportir menerima sistem pembayaran ini bila eksportir telah yakin benar akan kredibilitas importir. Untuk mencegah kerugian akibat ingkar pembayaran oleh importir sebaiknya eksportir dapat masuk menjadi anggota ASEI (www.asei.co.id) dimana ASEI ini akan memberikan fasilitas asuransi ekspor apabila 1. Importir bangkrut 2. Importir cidera janji untuk membayar 3. Importir menolak menerima barang.

Prosedur ekspor secara garis besar:

1. Eksportir mengirimkan penawaran (offer sheet) kepada pembeli yang dianggap potensial lengkap dengan data2 spesifikasi, harga, kemasan, kuantitas, photo produk bila diperlukan, kemampuan supply, sistem pembayaran, kondisi penjualan (FOB/CNF/CIF) dll.
Biasanya bila mendapatkan response positif pembeli meminta sample/contoh produk.
2. Bila telah diresponse dengan baik serta segala syarat dan kondisi yang ditawarkan eksportir disepakati termasuk harga maka eksportir mengirimkan Proforma Invoice (PI) kepada pembeli.
3. Pembeli atau importir akan membukakan L/C (Letter of Credit) melalui Bank pembukanya (opening bank) kepada advising/negotiating bank (bank eksportir) di dalam negeri yang kemudian diteruskan (advising) kepada eksportir.
4. Pihak eksportir mempersiapkan barang yang akan dikirimkan segera mungkin sebelum masa berlaku L/C selesai. Bila diperkirakan akan terjadi keterlambatan pengiriman segeralah pihak eksportir memberikan informasi kepada importir untuk mengamandement L/C. Tetapi sebaiknya pengiriman haruslah tepat waktu seperti yang disepakati sebelumnya untuk menjaga performance perusahaan.
Setelah barang siap untuk dikirimkan segeralah menghubungi freight forwarder (jasa/agent pengangkutan), ini dilakukan oleh eksportir untuk kondisi penjualan CNF atau CIF, sedangkan untuk FOB pihak importir sudah menunjuk langsung freight forwardernya di dalam negeri.
5. Barang dikirimkan kepada kepada importir melalui jasa forwarder. Pihak eksportir menerima dokumen dari perusahaan shipping berupa B/L (Bill of Lading). Segeralah menyiapkan dokumen-dokumen lainnya yang disyaratkan dalam L/C tersebut.
6. Setelah semua dokumen lengkap segeralah memasukan ke bank eksportir untuk dinegosiasikan (negotiating) guna penerimaan pembayaran akibat dari ekspor barang.

Catatan:
A. FOB = Free On Board, artinya pihak eksportir hanya bertanggung jawab sampai barang berada di atas kapal (vessel)
B. CNF = Cost and Freight biasa disebut juga CFR, artinya pihak eksportir bertanggung jawab juga terhadap biaya pengiriman sampai pelabuhan negara tujuan.
C. CIF = Cost, Insurance, Freight, artinya CNF + Insurance (Asuransi) ditanggung oleh eksportir.

Dokumen Secara Umum:
1. B/L (Bill of Lading) dikeluarkan oleh maskapai pelayaran (shipping)
2. Certificate of Origin (CO) dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan
3. Certificate of Weight and Quality (SGS), dapat juga dikeluarkan oleh Sucofindo ataupun perusahaan lain yang berwenang.
4. Certificate of Fumigation, dikeluarkan oleh perusahaan yang berwenang dalam pengurusan fumigasi.
5. Certificate of Phytosanitary (Karantina), dikeluarkan oleh Departemen Pertanian.
6. Commercial Invoice, dibuat oleh eksportir
7. Packing list, dibuat oleh eksportir.
8.Insurance Certificate (bila CIF), dikeluarkan oleh perusahaan asuransi.

L/C yang dibuka oleh pihak pembeli di luar negeri ditolak karena ada beberapa faktor antara lain: Nama beneficiary (eksportir) atau applicant (importir) tidak lengkap, adanya kesalahan pencantuman-pencantuman syarat dan kondisi dalam L/C tersebut seperti kode HS, dokumen-dokumen yang disyaratkan tidak lengkap dsb. Umumnya sering terjadi karena kurang lengkapnya data-data yang diberikan importir kepada issuing bank (bank pembuka) untuk membuka L/C.

Mengenai asuransi tergantung dari syarat pembayaran/kondisi jualnya apakah pihak importir menginginkan FOB, CNF atau CIF?
Bila kondisi FOB & CNF biasanya pihak importirlah yang menutup asuransi tersebut tetapi bila CIF (Cost Insurance Freight) maka pihak eksportir diwajibkan mengasuransikan produk yang dikirimkan sampai negara tujuan.

Korespondensi/surat menyurat umumnya sekarang dilakukan oleh kedua belah pihak melalui email.
1. Memberikan surat penawaran tentang syarat & kondisi (terms and conditions) secara lengkap seperti spesifikasi produk (product specification), harga (price), syarat pembayaran (payment terms), kemasan (packing), kemampuan suplai (supply ability), waktu pengiriman (delivery time) dll.
2.Bila berminat calon pembeli akan merespon surat tsb dan pada tahap ini akan terjadi negosiasi pada syarat & kondisi yg ditawarkan.
3. Setelah terjadi kesepakatan maka pembeli meminta penjual memberikan proforma invoice atau sales contract dimana pembeli akan memberikan sistim pembayaran yg telah disepakati sebelumnya.
TIPS : Untuk lebih meyakinkan calon pembeli agar dalam pengiriman surat penawaran disertakan photo produk & hasil uji lab (bila memungkinkan) dan surat tsb dibuat tdk berlebihan dengan data2 yg sebenarnya.
Sebaiknya sample dapat dikirimkan bila telah terjadi kesepakatan tentang syarat & kondisi yg ditawarkan seperti harga, spesifikasi dan sistim pembayaran.

Untuk menjual barang ke luar negeri tidak diperlukan proposal apapun,cukup dengan surat penawaran yg lengkap dan sebaik mungkin.
maksudnya pembayaran dimuka sebesar 30% dgn Telegraphic Transfer (TT) dan sisanya sebesar 70% dgn TT sebelum barang dikapalkan artinya saudara diharuskan membayar 100% sebelum barang dikapalkan.
TIPS : Untuk menghindari hal2 yg tdk diinginkan bila bpk blm mengenal betul penjualnya,blm mengetahui track recordnya atau baru pertama kali berhubungan dgn penjual tsb sebaiknya hindari sistim pembayaran tsb.
Tawarkanlah sistim pembayaran dgn menggunakan LC at sight. Bila disepakati segera konsultasikan dgn bank anda guna pembukaan LC.

Sistim pembayaran lainnya yg umum dilakukan adalah berupa TT,CAD (Cash Against Documents) atau D/P (Documents Against Payment). Prosedur umumnya sama dgn LC,setelah barang dikapalkan semua dokumen ekspor dimasukan ke bank eksportir (advising bank) untuk diteruskan ke bank importir (issuing bank).
Catatan: Dokumen ekspor jg berfungsi sbg alat untuk menebus/release barang/kontainer di pelabuhan yg bersangkutan.Artinya stlh dokumen diterima bank importir maka importir diminta utk menebus dok tsb dgn melunasi semua pembayarannya.
TIPS : Jangan mengirimkan original dokumen langsung ke alamat importir harus bank to bank kecuali bila pembeli telah melunasi semua pembayarannya.

Dokumen ekspor hasil agribisnis secara umum.
1. B/L (Bill of Lading)
2. Commercial Invoice
3. Packing List
4. Certificate of Origin
5. Certificate of Fumigation
6. Certificate of Phytosanitary
7. Certificate of Analysis (bila diminta pembeli)
8.Certificate of Insurance (bila kondisi penjualan CIF)

DH

1. Cara melakukan ekspor ikan hias (benda hidup) harus menggunakan pesawat dan memiliki perlakuan khusus, untuk hal ini dapat melakukan konsultasi dengan forwarder yang memiliki fasilitas ekspor via udara. Tetapi sebaiknya sdr juga meminta keterangan lebih lanjut kepada buyer tersebut terutama perihal packing/kemasan) yang diminta dan cara pembayaran apakah FOB, CNF atau CIF? karena hal ini merupakan salah satu faktor dalam menentukan besarnya biaya.

2. Proforma Invoice adalah pengikatan antara eksportir dengan importir yang telah terjadi kesepakatan dimana dokumen ini sebagai acuan importir untuk membuka L/C atau oleh importir dapat juga di jadikan untuk mendapatkan ijin ekspor atau ijin devisa dari instansi berwenang di negaranya. Dokumen ini bisa juga disebut dokumen pra ekspor (biasanya tidak disertakan dalam negosiasi dengan bank dalam pencairan L/C).
Bisa jadi pihak buyer ingin proforma invoice dikirim via e-mail agar pada saat sample diterima dan sesuai maka mereka akan segera menempatkan order salah satunya dengan menerbitkan L/C.
Dalam Proforma Invoice umumnya mencantumkan:
- Nomor & Tanggal Proforma Invoice
- Nama eksportir & importir (termasuk alamat dan telp)
- Keterangan barang (spec, asal barang (origin), kemasan dll)
- Jumlah barang pesanan
- Harga
- Sistem pembayaran
- Kondisi penjualan apakah FOB, CNF atau CIF
- Cara pengiriman dengan kontainer via laut atau kargo via udara
- Lamanya pengiriman, misalnya 30 hari setelah penempatan order/pesanan
- Bila pembayaran menggunakan L/C atau TT advance (uang muka dengan cara transfer/telegraphic transfer maka eksportir mencantumkan data banknya, nama bank, no account perusahaan, dan swift code).

12 responses to “Sistem Pembayaran Ekspor

  1. bambang sunarto May 25, 2009 at 10:39 am

    Dear Mr Rajim

    Perkenalkan saya Bambang dari jepara,
    dari ringkasan tentang exspor dari yang anda jelaskan sangat membantu saya, saya pengrajin yang berada di jepra tertarik untuk exspor produk saya, untuk itu saya mohon bantuanya
    untuk exspor dan sarat apa saja untuk bisa mengexspor barang keluar negeri, apakah produk lokal saya bisa juga,
    terus masalah lisensi juga bagai mana, tolong yah ,
    kita juga disini, mencari buyer atau pembeli exspor itu biasanya bagai mana, terimakasih

    salam kenal
    bambang sunarto
    jepara

  2. rajim May 28, 2009 at 1:49 am

    @ Mas Bambang Sunarto

    Sebelumnya maaf ni, saya tidak berkompeten di bidang ekspor- impor ini Mas, materi ini di simpan di blog buat jaga2 ajah, manatau berguna dikemudian hari :).

    Saya cuman bisa kasih saran, coba Mas pelajarin dari buku2 yg banyak tersedia di internet dan toko buku, kebetulan saya jg punya buku ( bukan promosi lho ) :
    1. Menyusun kontrak bisnis international dan
    2. Mekanisme ekspor impor dengan letter of credit

    Buku itu juga bagus kok, selamat mencoba ya Mas :)

  3. devyana June 15, 2009 at 9:07 pm

    tolong jelaskan kepada saya sistem pembayaran netting.. beserta kelemahan dan keunggulnya dibandingkan dengan L/C.. ditunggu jawabanya secepatnya.thx

  4. kikie June 21, 2009 at 2:27 pm

    apa aja sih dokumen yang diperlukan dalam sistim pembayaran Telegraphic Transfer dan beri contoh dokumennya yah……

  5. herman usman August 5, 2009 at 4:26 pm

    Yth bapak /Ibu, saya ingin bertanya,,
    Apakah CV bisa dipakai untuk ekspor??, bila bisa apa saja persyaratannya??, apakah hrs ada izin ekspor??
    Apakah mengekspor Kopra dan Batu Zeolite membutuhkan izin Ekspor??

  6. Rully Zs August 19, 2009 at 12:06 am

    ada kutipan bagus dari blog temen kita neh,, silakan menuju ke TKP.

    http://dayurai.wordpress.com/2008/03/10/ayo-ekspor-part-1/

  7. Yuda September 14, 2009 at 4:46 pm

    Article diatas sangat bermanfaat bagi saya terutama penjelasan mengenai 30% T/T dan 70% L/C, soalnya saya baru dapat order dari Luar negeri tetapi tidak bisa follow up nya gimana, maklum sangat beginner.
    Terima kasih.

  8. MARIO October 14, 2009 at 9:17 pm

    Dear Sir,

    How are you Sir ?
    Hope you are always fine.

    As per our nice teleconv, I would like to offer our best freight asf :

    POL : Tg.Priok, Jakarta

    Shanghai USD 350/20′
    Qingdao USD 350/20’
    Xingang USD 350/20’
    Ningbo USD 400/20’
    Huangpu USD 400/20’
    Shekou USD 450/20’
    Dalian USD 450/20’
    Zhanjiang USD 500/20’
    Zhanjiagang USD 550/20’
    Beihai USD 650/20’
    Maoming USD 550/20’
    Nanjing USD 500/20’
    Wuhan USD 650/20’
    Nantong USD 550/20’
    Tongling USD 550/20’
    Fangcheng USD 550/20’
    Lianyungang USD 500/20’
    Nanjing USD 600/20’
    Zhangzhou USD 550/20’

    Remarks :

    - Above freight is ALL IN
    - Above freight is valid until October 31, 2009
    - Payload 20’ = 27MT ( for loading from Jakarta Port only )

    POL : Tg. Perak, Surabaya

    Shanghai USD 400/20′
    Qingdao USD 350/20’
    Xingang USD 500/20’
    Ningbo USD 550/20’
    Huangpu USD 650/20’
    Shekou USD 600/20’
    Dalian USD 550/20’
    Zhanjiang USD 650/20’
    Zhanjiagang USD 650/20’
    Beihai USD 650/20’
    Maoming USD 750/20’
    Nanjing USD 650/20’
    Wuhan USD 750/20’
    Nantong USD 700/20’
    Tongling USD 750/20’
    Fangcheng USD 750/20’
    Lianyungang USD 550/20’
    Nanjing USD 750/20’
    Zhangzhou USD 700/20’

    Remarks :

    - Above freight is ALL IN
    - Above freight is valid until October 31, 2009
    - Payload 20’ = 25MT

    Note : For Cargo from Kupang Port, subject to USD 625/20ft from Surabaya Port for
    Ocean freight, Customs Clearance, Surveyor Report, Rework, Loading Container,
    Trucking & Certificate of Origin.

    Document : SIUP, NPWP, TDP, KP, Exploitation License & MOU between buyer and KP Owner

    We also can handle cargo from Makasar, Banjarmasin, Padang and other Indonesian Port.
    Trust above rates met to your requirements and I look forward for your great support.

    Regards,
    Mario
    Mobile : +62-812 961 6696 / 021-33419989
    PT.NIELS JAYA ABADI
    Jl. Muchtar Raya No. 17
    Petukangan Utara – Jakarta Selatan 12260
    JAKARTA – INDONESIA
    Tel : +6221-7354726 Fax : +6221-58906511
    Email : mario@nielsjayaabadi.com
    Skype : mario_stg
    ===================================

  9. aeni November 17, 2009 at 1:52 pm

    assalamualaikum..

    maaf pak saya mau tanya kalau prosedur sistem pembayaram menggunakan transfer mail gmna???
    mohon jawabanya…
    akalau bisa tolong kirim ke alamat email saya..
    bantuan bapak sangat saya butuhkan…
    terimakasih sebelumnya karena saya dapat tugas mencari prosedur cara pembayaran menggunakan transfermail…
    timakasih sebelumnya maaf merepotkan

  10. Joe Mardis, Ar February 24, 2010 at 4:40 pm

    Saya punya gambir yg mau dijual/ekspor tapi sy belum di mana alamat pembeli/ pengekspor gambir.
    Mohon infonya.

  11. lusi efriani March 21, 2010 at 5:15 pm

    saya domisili di batam…saya memproduksi arang tempurung kelapa dengan water contain 3-4 persen …harga 3.000/kg FOB…bagi yg berminat bisa menghubungi saya> lusi: 081980 5255

  12. hermanranu wiharjo August 7, 2010 at 4:33 pm

    mas saya ingin coba export beberapa barang, dan dimana saya telah memiliki buyer dari beberapa negara, masalah saya, saya takut kalau pembayaran buyer tak beres soalnya sering dengar dari teman, mohon bantuan temen2 solusinya? thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: