My Weblog

Just another WordPress.com weblog

Seputar Cat Dinding

Mengecat dinding….,

Mungkin sebagian besar orang meremehkan pekerjaan mengecat dinding, banyak yang beranggapan bahwa hal itu adalah pekerjaan yang mudah untuk dilakukan semua orang dan bahkan tukang cat pun kadang tidak tahu urutan proses pengecatan yang benar. Sebagian besar dari mereka hanya melakukan urutan yang sudah “umum” dilakukan para pendahulunya. Padahal tidak semua kondisi dinding dapat disamaratakan proses pengecatannya. Bila proses yang kurang benar tersebut tetap dilakukan maka akan banyak ditemui kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan karena kesalahan tersebut dikemudian hari, Dan hal ini tentu akan merusak tampilan bangunan secara keseluruhan. Ibarat seorang wanita, walau cantik namun bila perawatan wajahnya salah maka akan merusak kecantikannya, begitu hubungan sebuah bangunan dengan pengecatan. Untuk memperoleh pengecatan yang baik maka yang perlu diperhatikan adalah : Mengikuti proses pengecatan secara full system, Memilih tenaga yang berpengalaman, dan Memilih cat yang bermutu tinggi.

Berikut ini beberapa kerusakan ringan akibat kesalahan pengecatan yang penulis ketahui dari beberapa sumber dan dari pengalaman pribadi, semoga berguna….

* BLISTERING (menggelembung)

Sebab-sebab:
Penggunaan cat dengan mutu yang tinggi mempunyai lapisan yang rapat dan plastis, sehingga air atau solvent yang tertahan dibawahnya dapat mengakibatkan menggelembungnya lapisan cat tersebut. Pengecatan pada permukaan yang masih basah akan mengakibatkan berkurangnya daya lekat lapisan cat, sehingga kemungkinan gelembung-gelembung akan lebih besar. Solvent dapat bertahan dibawah lapisan cat bila pengecatan di lakukan sekaligus tebal dan langsung terkena sinar metahari. Lapisan cat paling atas akan mengering lebih cepat, sedangkan lapisan bawahnya masih mengandung banyak solvent yang akan menguap. Uap solvent tersebut akan terjebak di bawah lapisan yang telah kering dan mendesak lapisan tersebut sehingga menjadi gelembung.
Perbaikan:
Bagian dimana gelembung terjadi tersebut dikerok. Lalu permukaan dibersihkan dan kemudian dapat dilapisi cat dasar bilamana diperlukan sebelum dilapisi cat akhir yang sesuai.

* FLAKING (mengelupas)

Sebab-sebab :
– Pengecatan pada permukaan kotor dan berminyak
– Menggunakan dempul berkualitas rendah, sehingga daya lekatnya bila diberi lapisan akhir maka lapisan dempul akan terangkat
– Cat dasar yang digunakan tidak cocok dengan sistem pengecatan lapisan akhir.
Perbaikan :
Lapisan cat yang terkelupas harus dikerok sampai ke permukaan dasar permukaan, kemudian permukaan dibersihkan. Lalu bila diperlukan maka diberi lapisan dasar sebelum dilapisi cat akhir.

*
EFFLORESCENCE (pengkristalan)

Sebab-sebab :
Efflorescence terjadi pada permukaan dari plesteran semen, dimana garam-garam bersifat alkali terbawa ke permukaan. Bila kristal-kristal garam tersebut berada dibawah lapisan cat dan dibantu kelembaban tembok akan merusak lapisan cat tersebut.
Perbaikan :
Kalau pengkristalan belum merusak lapisan cat, maka bersihkan garam-garam tersebut dengan kain basah dan kering. Amplas permukaan cat agar lebih porous, sehingga air dan garam-garam mudah keluar. Setelah pengkristalan tidak terjadi lagi,lakukan pengecatan ulang. Bila lapisan cat-nya telah dirusak oleh alkali, maka harus dikerok sampai habis sampai kedasar permukaan. Bersihkan permukaan sampai efflorescence tidak terjadi lagi. Lakukan pengecatan dari awal lagi pada bagian yang terjadi efflorescence.

*
WATER SPOT (bercak-bercak seperti basah)

Sebab-sebab :
Penyebabnya hampir sama dengan Blistering, tetapi lapisan catnya telah melekat dengan baik, sehingga air atau solvent yang berada dibawah lapisan catnya memberi kesan basah pada permukaan cat. Hal ini dapat disebabkan dengan digunakannya dempul yang mengandung bahan pelunak (platicier) dimana lapisannya tidak ditunggu kering sempurna,sehingga bahan pelunak yang tertinggak akan migrasi (naik keatas) dan tertahan dibawah lapisan cat dan menyebabkan lapisan cat seakan akan basah.
Perbaikan :
Bagian yang mengalami water spot sebaiknya diamplas permukaannya agar porous, sehingga air, solvent atau bahan pelunak dapat dengan mudah menguap keluar. Bila jamur telah tumbuh pada bagian-bagian yang basah tersebut cuci dengan larutan kaporit, kemudian dilap dengan kain basah untuk menghilangkan sisa-sisa kaporit. Bila diperlukn beri 1 lapisan Wall Sealler yang sesuai sebelum diberi lapisan cat akhir.

*
BITTINESS (berbintik)

Sebab-sebab :
– Debu atau kotoran dari udara, kuas atau rol yang kurang bersih, atau alat penyemprot yang melekat pada permukaan cat
– Teknik pengecatan dengan alat penyemprot yang kurang benar, sehingga debu cat yang kering menempel pada lapisan cat yang masih basah.
Perbaikan :
Lapisan cat yang diketahui terdapat hal yang seperti ini dapat diatasi dengan menggosok permukaan yang berbintik tersebut dengan amplas, lalu setelah dibersihkan dinding yang telah diampelas di cat kembali.

Sumber : http://roissanjaya.wordpress.com/2008/04/05/seputar-cat-dinding/

One response to “Seputar Cat Dinding

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: