My Weblog

Just another WordPress.com weblog

Memindahkan Situs Joomla Anda ke NIMHOST

NIMHOST – Memindahkan Situs Joomla Anda ke NIMHOST

Tutorial ini di buat untuk memberikan informasi bagaimana cara memindahkan situs Joomla anda ke server NIMHOST – Layanan Web Hosting, Indonesia, Murah, cPanel, PHP, Fantastico, Torrent Provider (“NIMHOST”)

Walaupun tutorial ini di buat untuk memberikan informasi bagaimana memindahkan situs Joomla anda dari tempat hosting anda yang lama ke account hosting anda di NIMHOST, namun pada dasarnya informasi ini dapat digunakan untuk memindahkan situs Joomla anda ke server manapun selama server tersebut mendukung penggunaan PHP dan mySQL.

Let’s begin the tutorial.

Anda dapat meng-install atau membuat Joomla di account NIMHOST anda melalui fasilitas Fantastico Deluxe yang dapat anda temui di control panel hosting anda, akan tetapi ada beberapa hal di mana anda ingin men-transfer atau memindahkan situs Joomla yang anda miliki ke account hosting anda di NIMHOST.

Hal ini bisa di sebabkan karena sebelumnya anda telah memiliki situs Joomla yang telah di taruh di provider hosting lain dan memilih untuk memindahkan situs anda ke NIMHOST atau anda memiliki situs Joomla yang sudah anda kerjakan di komputer anda.

Proses pemindahan ini terdiri dari 3 langkah, yaitu :

* Export atau Dump dan import mySQL database anda yang digunakan oleh situs Joomla anda sebelumnya dengan menggunakan phpMyAdmin
* Rubah konfigurasi situs Joomla anda agar sesuai dengan informasi yang ada di account hosting anda, perubahan konfigurasi ini dapat dilakukan pada file configuration.php
* Upload file-file Joomla anda ke account hosting anda yang berada di NIMHOST

Export / Dump dan Import mySQL Database

Hal-hal yang di perlukan untuk melakukan export dan import mySQL Database

* phpMyAdmin harus di miliki, baik itu di server lama anda ataupun di server baru anda.
* Sebuah browser, bisa menggunakan Internet Explorer atau Firefox.

Meng-export mySQL Database

Untuk memulai meng-export database Joomla yang telah anda buat sebelumnya anda dapat masuk ke control panel hosting anda kemudian pilih menu yang bertuliskan “phpMyAdmin”.

Kemudian setelah itu pilih database yang ingin anda export, dalam contoh ini akan digunakan nama database “joomla”.
Anda dapat memilih nama database melalui drop-down menu yang ada di sebelah kiri atas (catatan : hal ini hanya di lakukan apabila account anda memiliki banyak nama database).
Kemudian setelah memilih nama database yang ingin anda export, anda dapat melanjutkannya dengan memilih menu yang bertuliskan “Export” yang berada di bagian atas.
Setelah masuk ke menu “Export” anda dapat meng-klik tulisan “Select All” sehingga seluruh table yang ada di dalam database itu akan di export semuanya.
Kemudian pilih “Complete Insert” pada bagian “Data”.
Sebagai tambahan anda juga dapat memilih “Add Drop Table” apabila di situs hosting anda yang baru telah tersedia table-table Joomla.
Pilihan-pilihan lainnya dapat di abaikan.

Setelah langkah-langkah di atas di lakukan, langkah selanjutnya adalah menuju bagian “Save as file” dan pilih pilihan “zipped” atau “gzipped”, kemudian pencet / klik tombol “Go”

Setelah hal itu dilakukan maka akan keluar “Save as … ” dialog.
Simpan file tersebut di komputer anda karena file ini akan digunakan untuk meng-import database lama anda ke database yang baru.

Meng-import mySQL Database

Sebelum database yang telah anda export dapat di import, database yang baru perlu di buat terlebih dahulu dan akses untuk user harus di berikan.

Caranya dengan login ke control panel anda kemudian pilih menu “MySQL Database”.

Setelah masuk ke dalam menu “MySQL Database” kemudian anda dapat membuat database baru anda dengan memasukkan nama database yang anda inginkan (sebagai contoh di sini menggunakan nama “joomla1”) dan klik “Add Database”.

Setelah itu anda harus membuat user yang dapat memiliki akses ke database tersebut.
Masukkan username dan password yang anda inginkan kemudian klik “Add User”.

Langkah selanjutnya adalah menambahkan akses user tersebut ke dalam database yang sudah anda buat dengan memilih nama user dan nama database dari drop-down menu yang ada kemudian berikan centang “All” privileges dan kemudian klik “Add User to Database”.

Sekarang username dan database yang baru telah selesai di buat.

Langkah selanjutnya adalah menuju menu “phpMyAdmin” yang ada di control panel account anda di NIMHOST.

Setelah anda masuk ke halaman phpMyAdmin, langkah selanjutnya adalah anda memilih nama database yang baru saja anda buat, kemudian pilih menu “Import” dari menu yang ada di atas (menu ini akan terlihat setelah anda memilih nama database)

Setelah berada di halaman “Import”, klik “Browse” untuk memasukkan file yang berisi database yang sudah anda export sebelumnya, kemudian langkah terakhir dengan meng-klik tombol “Go” untuk memulai proses import database.

Apabila proses import berhasil dengan baik maka akan keluar tulisan yang mengatakan bahwa import telah berhasil dan jumlah query yang di eksekusi (“Import has been successfully finished, 267 queries executed”)

Selamat anda telah berhasil memindahkan database anda ke account hosting anda yang berada di NIMHOST dan melalui langkah pertama untuk memindahkan situs Joomla anda.
Sekarang kita akan lanjutkan ke step / langkah ke-2
Memodifikasi file configuration.php

Langkah ke-2 dari memindahkan situs Joomla anda adalah memodifikasi file configuration.php agar sesuai dengan informasi account hosting anda yang berada di NIMHOST.

File configuration.php dapat anda temukan pada root folder di situs Joomla anda yang lama.
Anda dapat meng-edit file ini dengan menggunakan “Dreamweaver” atau “Notepad”.

Berikut adalah petunjuk untuk merubah konfigurasi di file configuration.php

<?
$mosConfig_MetaAuthor = ‘1’;
$mosConfig_MetaDesc = ‘Joomla – the dynamic portal engine and content management system’;
$mosConfig_MetaKeys = ‘Joomla, joomla’;
$mosConfig_MetaTitle = ‘1’;
$mosConfig_absolute_path = ‘/home/user/public_html/’; * Sesuaikan dengan informasi account hosting anda
$mosConfig_admin_expired = ‘1’;
$mosConfig_allowUserRegistration = ‘1’;
$mosConfig_back_button = ‘1’;
$mosConfig_cachepath = ‘/home/user/public_html/cache’; * Sesuaikan dengan informasi account hosting anda
$mosConfig_cachetime = ‘900’;
$mosConfig_caching = ‘0’;
$mosConfig_db = ‘dbname’; * Isikan dengan nama database yang telah anda buat di step 1
$mosConfig_dbprefix = ‘jos_’;
$mosConfig_debug = ‘0’;
$mosConfig_dirperms = ”;
$mosConfig_editor = ‘tinymce’;
$mosConfig_enable_log_items = ‘0’;
$mosConfig_enable_log_searches = ‘0’;
$mosConfig_enable_stats = ‘0’;
$mosConfig_error_message = ‘This site is temporarily unavailable.<br /> Please notify the System Administrator’;
$mosConfig_error_reporting = ‘-1’;
$mosConfig_favicon = ‘favicon.ico’;
$mosConfig_fileperms = ”;
$mosConfig_fromname = ”;
$mosConfig_frontend_login = ‘1’;
$mosConfig_frontend_userparams = ‘1’;
$mosConfig_gzip = ‘0’;
$mosConfig_helpurl = ‘http://help.joomla.org&#8217;;
$mosConfig_hideAuthor = ‘0’;
$mosConfig_hideCreateDate = ‘0’;
$mosConfig_hideEmail = ‘0’;
$mosConfig_hideModifyDate = ‘0’;
$mosConfig_hidePdf = ‘0’;
$mosConfig_hidePrint = ‘0’;
$mosConfig_hits = ‘1’;
$mosConfig_host = ‘localhost’;
$mosConfig_icons = ‘1’;
$mosConfig_item_navigation = ‘1’;
$mosConfig_lang = ‘english’;
$mosConfig_lifetime = ‘900’;
$mosConfig_link_titles = ‘0’;
$mosConfig_list_limit = ’30’;
$mosConfig_live_site = ‘http://yourdomain.com; * URL situs Joomla anda yang baru
$mosConfig_locale = ‘en_GB’;
$mosConfig_mailer = ‘mail’;
$mosConfig_mailfrom = ‘ <!–[if !vml]–>02f586352166d6f1dcd78160bf3b7e3f<!–[endif]–> ‘;
$mosConfig_multilingual_support = ‘0’;
$mosConfig_multipage_toc = ‘1’;
$mosConfig_offline = ‘0’;
$mosConfig_offline_message = ‘This site is down for maintenance.<br /> Please check back again soon.’;
$mosConfig_offset = ‘-10’;
$mosConfig_offset_user = ‘0’;
$mosConfig_pagetitles = ‘1’;
$mosConfig_password = ‘password’; * Isikan dengan password yang telah anda buat di step 1
$mosConfig_readmore = ‘1’;
$mosConfig_secret = ‘qYwasdloRtdEwsa’;
$mosConfig_sef = ‘0’;
$mosConfig_sendmail = ‘/usr/sbin/sendmail’;
$mosConfig_session_life_admin = ‘1800’;
$mosConfig_session_type = ‘0’;
$mosConfig_shownoauth = ‘0’;
$mosConfig_sitename = ‘My Joomla Site’;
$mosConfig_smtpauth = ‘0’;
$mosConfig_smtphost = ‘localhost’;
$mosConfig_smtppass = ”;
$mosConfig_smtpuser = ”;
$mosConfig_uniquemail = ‘1’;
$mosConfig_user = ‘dbuser’; * Isikan dengan username yang telah anda buat di step 1
$mosConfig_useractivation = ‘1’;
$mosConfig_vote = ‘0’;
setlocale (LC_TIME, $mosConfig_locale);
?>

Setelah anda melakukan perubahan pada file configuration.php sekarang saatnya untuk melangkah ke langkah ke-3.
Upload File

Ada 2 cara untuk meng-upload file-file Joomla anda.

* Anda dapat menggunakan FTP untuk meng-upload seluruh Joomla files anda ke account hosting anda di NIMHOST, tapi apabila anda memiliki koneksi yang tidak cukup cepat dan Joomla files terdiri dari 1000 lebih file, meng-upload menggunakan FTP dapat memakan waktu yang cukup lama.
* Anda dapat meng-compress seluruh file dan folder yang ada di situs Joomla anda ke dalam .zip atau .gz file
File ini dapat di upload ke account hosting anda di NIMHOST dengan menggunakan FTP atau menggunakan “File Manager” yang tersedia di account hosting anda.
Upload file yang sudah anda compress tersebut ke dalam direktori public_html, kemudian anda dapat meng-uncompress file tersebut dengan cara login ke control panel anda dan pilih menu “File Manager”.

Sumber : http://nimhost.com/memindahkan-situs-joomla-anda-ke-nimhost/nimhost-memindahkan-situs-joomla-anda-ke-nimhost.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: