My Weblog

Just another WordPress.com weblog

Berpikir Serba-sistem dan Berpikir Strategik

Oleh: Dr. M. Shohibul Iman

Kita sering mendengar istilah yang mirip, tapi sesungguhnya berbeda makna, yakni Systematic thinking (berpikir sistematik), Systemic thingking (berpikir sistemik), dan Systems thinking (berpikir serba-sistem). Semua istilah itu berakar dari kata yang sama “sistem” dan “berpikir”, namun menunjukkan konotasi yang berbeda, karena itu memiliki tujuan yang berbeda pula.

Konsep sistem setidaknya menyangkut pengertian adanya elemen atau unsur yang membentuk kesatuan, lalu ada atribut yang mengikat mereka, yaitu tujuan bersama. Karena itu, setiap elemen berhubungan satu sama lain (relasi) berdasarkan suatu aturan main yang disepakati bersama. Kesatuan antar elemen (sistem) itu memiliki batas (boundary) yang memisahkan dan membedakannya dari sistem lain ai sekitarnya.

Perbedaan di antara ketiga istilah tersebut bisa ditelusuri lebih lanjut. Berpikir sistematik, artinya memikirkan segala sesuatu berdasarkan kerangka metode tertentu, ada urutan dan proses pengambilan keputusan. Di sini diperlukan ketaatan dan kedisiplinan terhadap proses dan metoda yang hendak dipakai. Metoda berpikir yang berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda, namun semuanya dapat dipertanggungjawabkan karena sesuai dengan proses yang diakui luas.

Berpikir sistemik, maknanya mencari dan melihat segala sesuatu memiliki pola keteraturan dan bekerja sebagai sebuah sistem. Misalnya, bila kita melihat otak, maka akan terbayangkan sistem syarat dalam tubuh manusia atau hewan. Bila kita melihat jantung akan terbayangkan sistem peredaran darah di seluruh tubuh. Bila kita melihat koperasi, unit usaha kecil dan menengah (UKM), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan konglomerat, maka kita memandangf sistem perekonomian nasional.

Sementara itu berpikir serba-sistem adalah menyadari bahwa segala sesuatu berinteraksi dengan perkara lain di sekelilingnya, meskipun secara formal-prosedural mungkin tidak terkait langsung atau secara spasial berada di luar lingkungan tertentu. Systems thinking lebih menekankan pada kesadaran bahwa segala sesuatu berhubungan dalam satu rangkaian sistem. Cara berpikir seperti berseberangan dengan berpikir fragmented-linear-cartesian. Berpikir serba-sistem mengkombinasikan antara analytical thinking (kemampuan mengurai elemen-elemen suatu masalah) dengan synthetical thinking (memadukan elemen-elemen tersebut menjadi kesatuan).

Kita harus memahami dan akhirnya memadukan dua kemampuan dasar ini: melakukan Analisis dan Synthesis. Analisis adalah alat untuk memahami elemen-elemen suatu permasalahan. Misalnya, mengapa terjadi banjir dan longsor di suatu daerah? Maka, kita perlu meneliti: saluran air, kondisi tanah, aliran sungai, kondisi gunung atau hutan di hulu, dan curah hujan yang terjadi.

Setelah itu, kita melakukan sintesis, yakni proses untuk memahami bagaimana elemen-elemen itu berfungsi secara bersama-sama. Di sini kita dituntut memahami elemen-elemen tersebut secara mendasar sebelum memadukannya. Kita bisa melihat hubungan yang jelas antara curah hujan yang tinggi dengan kondisi hutan atau gunung yang gundul, lalu menyebabkan aliran sungai yang sangat deras dan akhirnya menyembur ke daerah tertentu. Kondisi makin parah, apabila saluran air di daerah sangat buruk, sehingga tak bisa menampung aliran air yang melimpah (banjir) dan kondisi tanah yang rawan hingga menyebabkan longsor.

Dalam interaksi antar elemen itu kita memahami bahwa segala hal merupakan bagian dari suatu sistem, dengan kata lain segala hal berinteraksi satu sama lain. Tak ada suatu perkara di atas muka bumi ini yang berdiri sendiri, sebab semuanya saling terkait. Memahami proses interaksi ini sulit karena selain banyak ragamnya, juga terkadang tidak tampak kasat mata, dan satu sama lain saling mempengaruhi, sehingga tak jelas faktor mana yang lebih dulu muncul.

Kita perlu Pola dari interaksi antar elemen dalam suatu Sistem. Untuk memahami bekerjanya suatu sistem akan lebih mudah pada tingkat POLA, bukan pada DETAILNYA. Jika kita ingin memahami hutan, maka kita pandang secara keseluruhan, bukan mengamati pohonnya satu per satu. Berpikir serba-sistem adalah cara agar kita menemukan POLA secara sadar dan proaktif.

Dalam satu persoalan yang kompleks, kita membutuhkan cara berpikir sistemik yang berbeda dengan cara konvensional. Ada dua langkah dalam menerapkan berpikir sistemik. Pertama, kita mendaftar dan menemukan elemen-elemen permasalahan yang ada. Kedua, menemukan tema atau pola umumnya. Hal ini berbeda jauh dengan mereka yang menerapkan berpikir non-sistemik, sebab mereka mungkin menemukan dan mendaftar sejumlah elemen permasalahan, tapi kemudian memilih elemen tertentu untuk menjadi fokus perhatian. Dalam hal itu, mereka mengabaikan elemen lain yang dipandang tak berpengaruh, padahal mungkin saja justru paling menentukan pola yang berkembang di dalam sistem.

Systems thinking sedikit berbeda systemic thinking. Berpikir sistemik lebih menekankan pada pencarian pola-hubungan (Pattern), maka berpikir serba-sistem lebih menekankan pada pemahaman bagaimana (How) elemen-elemen itu berhubungan. Dengan pemahaman How tersebut, maka kita dapat menemukan elemen mana yang memiliki pengaruh vital dan solusi yang komprehensif, sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

Cara berpikir serba-sistem juga akan membentuk sikap yang sistemik dalam merespon permasalahan (systemic attitude), yakni suatu pola perilaku yang tidak menabrak aturan main (rule of game) yang sudah disepakati dalam satu sistem tertentu. Sebuah aturan yang ditetapkan dalam sistem memang bersifat membatasi ruang gerak (self constraining), namun pada saat yang sama memampukan (self enabling) setiap elemen untuk bekerja sesuai fungsinya dan berinteraksi dengan elemen lain. Jika tak ada batasan fungsi yang jelas, maka setiap elemen itu akan saling bertabrakan dan malah berpotensi menghancurkan sistem secara keseluruhan. Di sinilah pentingnya, berpikir dan bertindak serba-sistem demi menjaga kesinambungan sistem sendiri. Pengubahan aturan main dimungkinkan dan dapat diperjuangkan melalui cara-cara legal-rasional, sehingga sistem itu tumbuh semakin sehat dan matang.

Dalam kaitan dengan berpikir serba-sistem, seorang kader pemimpin juga perlu mengembangkan cara berpikir strategis (strategic thinking). Strategi biasa dipahami sebagai cara seorang jenderal memenangkan sebuah perang (war), yang mungkin saja terdiri dari rangkaian pertempuran (battle) dan serangan fisik (attack). Seorang jenderal harus memiliki wawasan yang luas dan pandangan jauh ke depan, sehingga tidak terjebak pada pertempuran kecil atau serang lawan yang datang silih berganti.

Dalam dunia bisnis, pemikiran sang jenderal itu kembangkan menjadi manajemen strategis (strategic management), yang pada intinya bermakna kewaspadaan tingkat tinggi terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar (alert to the environment). Dari dinamika lingkungan dan perkiraan akan kondisi yang terjadi, maka disusun perencanaan strategis (strategic planning).

Saat ini, kita menyaksikan semua orang sepakat bahwa perubahan telah menjadi keniscayaan (change became the rule). Mereka yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan zaman justru akan dilindas zaman (change or die). Sebagaimana berpikir serba-sistem, maka berpikir strategik pun menjadi prasyarat mutlak bagi seorang calon pemimpin, sebab dengan landasan itu dia akan mengetahui mana tujuan dan mana alat, serta tidak terjebak pada hal-hal yang remeh temeh. Orang besar akan mengambil keputusan besar yang menentukan arah sebuah bangsa besar seperti Indonesia ini.

*) Anggota Dewan Penasihat PPSDMS Nurul Fikri. Disarikan dari ceramah yang disampaikan dalam Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) ke-2, PPSDMS Nurul Fikri di Jakarta, 2-7 September 2007

Sumber : http://ppsdms.org/berpikir-serba-sistem-dan-berpikir-strategik.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: